Senin, 19 November 2012

"Serumpun Padi" Bimo

"Serumpun padi tumbuh di sawah hijau menguning daunnya...." Alunan lagu itulah yang akhir-akhir ini sering aku dengar dari seorang muridku. Iya, itu suara Bimo. Waah, Bimo ternyata suka menyanyi lho.. Awal bertemu Bimo terlihat biasa saja, namun setelah aku tahu bahwa ia ternyata memiliki dunianya sendiri, baru aku menyadari bahwa anak ini memiliki gejala authis atau bahkan penyandang authis. Bimo sangat hafal nama-nama toko yang ia lewati dalam perjalanan menuju sekolah. Ia sangat hafal kata-kata soal dalam buku matematikanya dan rupanya Bimo suka juga bernyanyi. Ya seperti alunan lagu di atas tadi yang ia nyanyikan berulang-ulang. Cukup sulit untuk mengalihkan perhatiannya apabila ia sedang asyik dengan dunianya. Aku harus berbicara tepat di hadapan wajahnya bahkan harus memegang dan mengarahkan tangannya hanya untuk memegang pensil. Semua ini kadang harus dilakukan untuk sekedar 'mengetuk' kesadaran Bimo dan seolah mengatakan "halo bimo, yuk kita ganti kegiatan yuk.." hihihi..


Suasana saat menggambar

Hari ini saatnya belajar menggambar hewan. Teman-teman kecil berkumpul di teras belakang sambil membawa alas gambarnya masing-masing. Kali ini kami akan menggambar kelinci. Kelinci mungkin salah satu hewan yang mudah dikenali anak-anak karena memiliki ciri-ciri unik yaitu telinga yang panjang dan ekor yang berbentuk bulat. Murid-murid rupanya senang dengan hewan ini, termasuk Bimo. Awalnya ia geli menyentuh bulunya, tapi kemudian Bimo mungkin merasa hewan ini tidak menakutkan. Bimo pun turut serta menggambar kelinci bersama teman-temannya. 


Bimo ternyata menikmati saat menggambar kelinci
Waah...bagus juga lukisan Bimo. Ia menyelesaikan sendiri dari awal sampai akhir lho!

Sabtu, 20 Oktober 2012

Pameran SeniRupa di Semut-Semut



Hari ini aku senang sekali karena berhasil menampilkan karya-karya muridku. Merupakan suatu prestasi bagi semua, baik bagi murid, guru, sekolah dan terutama aku sendiri. Puas sekali melihat karya-karya murid-muridku yang walaupun memiliki keterbatasan terutama dalam segi akademis, namun mereka mampu menghasilkan karya yang luar biasa di bidang yang lain.


Dibantu oleh guru-guru yang siap membantu, akhirnya display terpasang dengan sukses. Aku sendiri tak bosan-bosan memandangi hasil nya...  Waah, nggak nyangka, ternyata karyanya sudah banyak ya!
Dengan alunan musik tradisional ...hmmm kadang-kadang pakai musik klasik juga, suasananya jadi seperti di galeri seni beneran lho!...tapi sayang pamerannya cuma 1 hari, ya cuma hari ini, berbarengan dengan acara terima rapot...hik..hik...baru sehari sudah harus dibongkar lagi deh displaynya.


Rabu, 03 Oktober 2012

Membuat Kolase


Kegiatan merobek kertas origami menjadi potongan-potongan kecil dengan menggunakan jari-jari adalah salah satu bentuk tugas yang menuntut keahlian motorik halus. Begitu pula menempelkannya satu demi satu, merupakan kegiatan yang menuntut kesabaran tinggi.
Wah…wah..wah…ternyata saat merobek kertas origami menjadi potongan –potongan kecil merupakan kegiatan iseng yang menyenangkan bagi teman-teman kecil kita dari kelas ‘Bintang’. Tapi pada saat harus menempelkannya ke gambar yang sudah disediakan, ternyata banyak yang putus asa ya…  tidak apa-apa, yang terpenting mereka sudah tahu bagaimana membuat lukisan kolase.


Hany telaten sekali menyelesaikan lukisan origaminya

Senin, 17 September 2012

Membuat Wayang-wayangan




Sebuah pencapaian yang memang sangat sederhana namun materi ini cukup untuk memperkenalkan murid-muridku pada kesenian wayang. Dengan menyatukan berbagai bentuk dasar seperti Lingkaran, Persegi dan Elips,  diharapkan dapat menggunakan keahlian motorik halusnya. Kegiatan menggunting, memasang kancing, menempelkan gagang merupakan rangkaian kegiatan motorik halus yang harus mereka lalui. Mereka juga dapat bebas berkreasi dengan menempelkan rambut pada wayangnya.

Hani & Raihan : "Ini karyaku lhooo..."
Saat materi ini disajikan pada teman-teman kecil di kelas Bintang, mereka terlihat sangat antusias mengerjakannya. Walau mengalami sedikit kesulitan dalam merangkai bentuk-bentuk tiap bagiannya, tapi mereka berusaha untuk menyelesaikan sendiri rangkaiannya. Ada yang ingin menyelesaikan hingga proses pewarnaan, ada juga yang langsung ingin memainkannya sebelum proses  pewarnaannya selesai. Senang sekali melihat mereka tertawa dan saling bercerita sambil memainkan wayang-wayangan hasil karya mereka sendiri.

Senin, 10 September 2012

Membuat Ular-ularan


Hari ini waktunya belajar merangkai bagi murid-muridku di kelas Bintang yang merupakan 'kelas khusus' di SD Semut-Semut ini.  Bahan – bahan yang dipakai memang hanya gelas-gelas plastik bekas air mineral dan tali kasur. Awalnya mereka harus mewarnai setiap gelasnya dengan warna yang mereka campur sendiri. Disinilah mereka belajar bagaimana ‘menyulap’ warna yang hanya 3 jenis yaitu merah, kuning dan biru  menjadi berbagai warna yang berbeda, seperti hijau, ungu, oranye, coklat dsb. Senang sekali saat memperhatikan teman-teman kecil yang harus berpindah kesana kemari dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain demi mendapatkan warna yang berbeda untuk mengecat gelas-gelas mereka. Setelah itu, mereka harus merangkainya menjadi seekor ular. Dengan merangkai gelas satu demi satu, aku berharap teman-teman kecilku ini dapat menggunakan keahlian motorik halus serta kesabarannya.
Khaisya yang sedang berusaha me-
masukkan tali ke gelas plastik

Untuk hal-hal sulit dan sedikit berbahaya bagi anak-anak, memang perlu bantuan dari para guru. seperti saat menggunakan lem bakar untuk menempelkan mata ularnya. Untungnya ada pak Wawan dan pak Agung sebagai 'shadow teacher' yang selalu sabar dan siap membantu teman-teman kecil ini.

Waah..Akmal sudah hampir jadi...
tinggal menggambar bola mata rupanya.