"Serumpun padi tumbuh di sawah hijau menguning daunnya...." Alunan lagu itulah yang akhir-akhir ini sering aku dengar dari seorang muridku. Iya, itu suara Bimo. Waah, Bimo ternyata suka menyanyi lho.. Awal bertemu Bimo terlihat biasa saja, namun setelah aku tahu bahwa ia ternyata memiliki dunianya sendiri, baru aku menyadari bahwa anak ini memiliki gejala authis atau bahkan penyandang authis. Bimo sangat hafal nama-nama toko yang ia lewati dalam perjalanan menuju sekolah. Ia sangat hafal kata-kata soal dalam buku matematikanya dan rupanya Bimo suka juga bernyanyi. Ya seperti alunan lagu di atas tadi yang ia nyanyikan berulang-ulang. Cukup sulit untuk mengalihkan perhatiannya apabila ia sedang asyik dengan dunianya. Aku harus berbicara tepat di hadapan wajahnya bahkan harus memegang dan mengarahkan tangannya hanya untuk memegang pensil. Semua ini kadang harus dilakukan untuk sekedar 'mengetuk' kesadaran Bimo dan seolah mengatakan "halo bimo, yuk kita ganti kegiatan yuk.." hihihi..
![]() |
| Suasana saat menggambar |
Hari ini saatnya belajar menggambar hewan. Teman-teman kecil berkumpul di teras belakang sambil membawa alas gambarnya masing-masing. Kali ini kami akan menggambar kelinci. Kelinci mungkin salah satu hewan yang mudah dikenali anak-anak karena memiliki ciri-ciri unik yaitu telinga yang panjang dan ekor yang berbentuk bulat. Murid-murid rupanya senang dengan hewan ini, termasuk Bimo. Awalnya ia geli menyentuh bulunya, tapi kemudian Bimo mungkin merasa hewan ini tidak menakutkan. Bimo pun turut serta menggambar kelinci bersama teman-temannya.
![]() |
| Bimo ternyata menikmati saat menggambar kelinci |

