Tantangan baru bagiku ketika aku mendapatkan tanggungjawab untuk mengajar senirupa di sekolah dimana Farrel juga menimba ilmu di sana. Rupanya sebagai kebanggaan tersendiri bagiku termasuk Farrel anakku, karena ibunya menjadi dikenal di sekolahnya.Bunda Farrel...bunda Farrel ...demikian aku dipanggil pada awalnya. Namun aku selalu ingin dipanggil dengan ibu Ira saja, maka aku selalu menyebut diriku sendiri dengan sebutan ibu Ira saja sebagai pembiasaan bagi murid-muridku.
Sejak saat itu aku baru memahami apa itu 'Sekolah Inklusi' yang selama ini aku kurang peduli. Rupanya sekolah anakku ini termasuk yang disebut sekolah inklusi ya...hmm..kemana saja aku selama ini? sampai-sampai tidak menyadari.... Sekolah Semut-Semut memang termasuk sekolah inklusi dimana antara siswa reguler dan berkebutuhan khusus dipersatukan. Aku sendiri mendapat mandat untuk meng-handle kelas berkebutuhan khusus.
Sejak saat itu aku baru memahami apa itu 'Sekolah Inklusi' yang selama ini aku kurang peduli. Rupanya sekolah anakku ini termasuk yang disebut sekolah inklusi ya...hmm..kemana saja aku selama ini? sampai-sampai tidak menyadari.... Sekolah Semut-Semut memang termasuk sekolah inklusi dimana antara siswa reguler dan berkebutuhan khusus dipersatukan. Aku sendiri mendapat mandat untuk meng-handle kelas berkebutuhan khusus.
Dari awal aku sudah berpikir bahwa tugasku ini tidak ringan karena aku harus menghadapi murid-murid yang tidak biasa, beberapa orang dari mereka adalah penyandang authis, beberapa dari mereka ADHD katanya...ada juga yang slow learner, gangguan konsentrasi dsb. Aku memang belum faham betul tentang istilah-istilah itu. Aku merasa hal ini tidak bisa kutangani sendiri, maka aku mengajak Fariza sahabatku untuk mendampingiku. Yah paling tidak ada seseorang yang bisa kuajak bertukar pikiran.
Hari pertama aku coba mempelajari mereka satu demi satu... Subhanallah, aku masih takjub melihat mereka satu demi satu....ada yang berbicara sendiri, bahkan menyebutkan nama-nama toko yang pernah ia lewati di jalan, ada yang bertanya terus menerus dengan pertanyaan yang sama, ada yang tidak merespon samasekali apabila diajak bicara, ada yang menyanyiii terus dengan lagu yang sama, ada yang dengan beraninya menyentuh bahkan mengambil barang-barangku, ada yang kasaar terus kalau berbicara.....wah..wah.. wah...rupanya ini yang harus aku hadapi setiap 2 kali seminggu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar